BEDAH SINUS ENDOSKOPIK FUNGSIONAL

Agustus 18, 2008 at 8:46 am (Uncategorized)

 

Bedah sinus endoskopik fungsional (BSEF) atau Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) merupakan suatu prosedur yang invasif minimal, saat ini populer sebagai teknik operasi terkini dalam penatalaksanaan sinusitis kronik, polip hidung, tumor hidung dan sinus paranasal, dan kelainan lainnya. Teknik bedah ini pertama kali diajukan oleh Messerklinger dan dipopulerkan oleh Stammberger dan Kennedy dengan sebutan Functional Endoscopic Sinus Surgery. Tujuan utama BSEF adalah memulihkan aliran mukosilier di suatu daerah di dinding lateral rongga hidung yang disebut komplek ostiomeatal (KOM). Gangguan drenase sinus dapat menimbulkan rasa nyeri wajah, nyeri kepala, gangguan penghidu, serta bisa menimbulkan sejumlah komplikasi lain yang dapat berbahaya.

Data dari DEPKES RI tahun 2003 menyebutkan bahwa penyakit hidung dan sinus berada pada urutan ke-25 dari 50 pola penyakit peringkat utama atau sekitar 102.817 penderita rawat jalan di rumah sakit.1  Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran 1996 yang diadakan oleh Binkesmas bekerja sama dengan PERHATI dan Bagian THT RSCM mendapatkan data penyakit hidung dari 7 propinsi2 .Data dari Divisi Rinologi Departemen THT RSCM Januari-Agustus 2005 menyebutkan jumlah pasien rinologi pada kurun waktu tersebut adalah 435 pasien, 69%nya adalah sinusitis. Dari jumlah tersebut 30% mempunyai indikasi operasi BSEF. Karena berbagai kendala dari jumlah ini hanya 60%nya (53 kasus) yang dilakukan operasi.3 Di Bagian THT RS Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makasar dilaporkan tindakan FESS pada periode Januari 2005-Juli 2006 adalah 21 kasus atas indikasi Sinusitis, 33 kasus pada polip hidung disertai sinusitis dan 30 kasus FESS disertai dengan tindakan septum koreksi atas indikasi sinusitis dan septum deviasi.4

Sekitar 0,2-1 % orang dewasa di Inggris pernah menderita polip hidung.6 Salah satu etiologi terjadinya polip hidung adalah adanya peradangan kronik dan berulang pada mukosa hidung dan sinus. Kekerapan polip hidung meningkat seiring dengan umur sampai sekitar 59 tahun, dan lebih banyak pada laki-laki daripada perempuan.6

Perkembangan yang pesat di bidang kedokteran juga membawa perubahan dalam penatalaksanan sinusitis. Tersedianya alat diagnostik CT scan telah membuat pencitraan sinus paranasal lebih jelas dan terinci, sedangkan dipopulerkannya pemakaian alat endoskop untuk operasi bedah sinus menciptakan tindakan pengobatan yang tidak radikal tetapi dapat lebih tuntas.

BSEF saat ini merupakan teknik terbaik penatalaksanaan sinusitis kronik dan akut berulang. Dibandingkan dengan bedah sinus terdahulu yang pada umumnya radikal dengan morbiditas yang tinggi, maka BSEF lebih konservatif dengan morbiditas yang rendah.7

Namun demikian seiring dengan perkembangannya BSEF juga dapat menimbulkan komplikasi yang dapat terjadi selama atau setelah prosedur operasi. Untuk itu diperlukan persiapan operasi dan perawatan pascaoperasi yang baik untuk memperoleh hasil yang optimal. Selain itu diperlukan pula pengetahuan mengenai cara penanganan bila terjadi penyulit dan komplikasi selama berlangsungnya prosedur bedah, di samping teknik analgesia dan anestesia yang tepat.

Pada suatu penelitian retrospektif dan prospektif pada 200 pasien BSEF di Houston Ear, Nose, and Throat Clinic, Amerika Serikat, didapatkan komplikasi minor terjadi pada 8% pasien, dan hanya satu komplikasi mayor (0,05%). Dalam pengamatan tindak lanjut selama rata-rata 17 bulan didapatkan  88% gejala penyakit hilang atau mengalami perbaikan; namun demikian 41,5% masih memerlukan terapi medikamentosa.8

Para dokter ahli THT yang melakukan teknik operasi ini harus memiliki kompetensi dengan menguasai secara rinci pengetahuan anatomi hidung dan sinus paranasal khususnya anatomi dinding lateral hidung; terampil menggunakan endoskop baik untuk menegakkan diagnosis endoskopik maupun operasinya; terampil membaca CT-scan hidung dan sinus paranasal. Untuk itu diperlukan latihan berulang dengan mengikuti beberapa kali kursus diseksi kadaver.

 

Tulis sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.